Jumat, 13 Februari 2015

Hey Kamu Pangeranku..

kamu.
aku udah relain kamu tau.
beneran. aku udah ga sirik, kamu sama dia. abis kamu juga bahagia banget.
berarti kamu milih orang yang benar. BaGuS... :D

hey pangeran ku..
sekarang kamu udah punya putri cantik baru.
tugas aku yang kemarin udah ada yang gantiin, aku bebas tugas sekarang.

yaudah, kamu baik-baik sama dia.
aku mau berkelanan lagi, mencari ke hutan terjauh.
ke air terdalam, ke puncak tertinggi, aku mau cari seseorang lagi buat aku temenin, buat aku sayangin, buat aku bikinin puisi, buat aku perjuangin sekeras yang aku mampu.

sementara aku berjuang, kini waktu adalah sahabatku.
ia yang perlahan membasuh luka yang pernah kamu buat.
yang perlahan menghapus ingatan pahit, yang menyadarkan bahwa aku memang bukan ditakdirkan bersama pendua.

senja selalu indah saat bersamamu
siang selalu hangat, bahkan jika aku menghabiskan malam denganmu, bintang selalu berkedip genit kepadamu.
aku pikir aku udah dapet yang sempurna..
namun.. kamu bikin itu semua jadi semu..

kamu,
kalo suatu hari kita ketemu lagi.
aku yakin kita punya banyak cerita hebat tentang masa ini.
cerita kamu tentang kamu dan.. yaaa.. cerita kamu tentang dia.

suatu hari kita pasti akan ketemu lagi dan bercerita tentang itu.
maka, biarkan aku sekarang pergi, untuk mulai membuat cerita yang hebat juga dengan seseorang yang baik.
biarkan aku jauh. agar penaku menulis kisah yang luar biasa juga.
supaya di kemudian hari, saat kamu menceritakan hidupmu bersama dia, aku tidak hanya terpaku.
melaikan tersenyum dan balik menceritakan kisah yang sama hebat.

Aku Tunggu Didepan...

Kamu bikin aku galau terus.
lama-lama juga bisa kali aku ninggalin kamu.
kita temenan aja ya, kayak biasa aja.
daripada akunya gak sehat..

kemaren-kemaren kan aku udah berusaha tuh sayang kamu sepenuhnya.
tapi kamu ga mau disayang-sayang kalo sama aku.
maunya malah sama dia.
yaudah, cari aja deh si dia yang lain itu.
semoga sayangnya dia setulus aku.

aku pikir kamu malam aku
ternyata dunia aku ga sekecil itu.
banyak diluar sana orang yang mau menikmati dunianya bersama aku.
banyak yg mau baca tulisan aku, banyak yang denger cerita aku.
banyak yg mau liat tingkah konyol aku.

kalo kemaren kamu pangeran, yaudah tetaplah menjadi pangeran yang tampan.
aku gak benci kamu, aku cuma mau pindah kerajaan.

meskipun kamu kryptonite, itu gak ngaruh buat aku,
itu ga bikin aku lemah, tau kenapa?
se-simple karna aku bukan CatWoman

Didepan aku ada pecahan jalan, terserah aku mau ambil yang kanan atau kiri.
yang jelas aku gak akan muter balik. aku udah pernah lewati jalan yang dibelakang,
aku mau tau didepan kayak apa.

kamu ....
kita pisah disini yah
mari jalani takdir kita masing-masing
Aku nunggu di depan...

Katanya Kamu Lagi Sama Dia Ya Malam Minggu Kemaren, kemaren kemaren itu lohh

Malam minggu ini aku udah ga berbalas chat sama kamu.
malam minggu yang lalu juga engga sih.
aku doang yang chat kamu, kamunya ga bales.

Katanya Kamu Lagi Sama Dia Ya Malam Minggu Kemaren Itu..??? :)

kata temen aku, cara aku dapetin kamu salah.
harusnya tarik ulur, tapi itu ga bisa dipake kalo sama kamu.
tarik ulur itu kalo yang ditarik sama diulur peduli, kamu mah apa.
aku tarik kamu diem,
aku ulur kamu ngejauh.

capek tauk jadi aku, aku udah coba 99 cara buat nge-keep kamu,
tapi kamunya gocek mulu.
ya kelepas juga lama-lama.

Tapi aku gak selesai disitu. aku masih punya 1 cara lagi.
dan ini ga mungkin gagal.

cara terakhir aku adalah untuk merelakan
Aku Udah Relain Kamu... ^^

Aku tuhhh.. hemmm. hihihi

Aku gak pernah takut kamu pergi
sebagaimana aku ga pernah takut kamu datang.

aku gatau segitu bahagianya pas kamu datang, dan aku gatau
sebegitu sedihnya aku ditinggal pergi kamu.

kamu datang begitu terlambat, dan kamu pergi begitu cepat.

kamu datang membawa sedikit harapan, dan kemudian pergi merampas lebih banyak.
aku menunggu kembalinya kamu yang tidak datang lagi setelah pergi.

Aku Gak Tau....

aku gak tau cara nahan kamu pergi itu gimana, yang jelas saat kamu datang dan kembali, aku selalu punya cara untuk bahagiain kamu,
Aku Selalu Punyaaa :)

Pura Pura

Berpura-pura itu sakit. Pura-pura ketawa, pura-pura seneng, pura-pura senyum, pura-pura nyaman, pura-pura berdamai dengan keadaan.

Karna berpura-pura adalah bentuk kebohongan untuk menutupi sesuatu yang miris.

Contoh kecil, pura-pura ketawa, kenapa kita pura-pura ketawa? Karna kita ngga ingin ketawa, dan kita menghargai si pelempar jokes, yang mana jokes itu ngga lucu. Kita ngga tega diemin dia gitu aja, makanya kita pura-pura ketawa. Karna kita tau, ngga lucu itu miris.

Pura-pura seneng, menurut gue pura-pura seneng adalah bentuk penolakan, karna kita ga tega untuk menolak suatu pemberian, makanya kita terima dan berpura-pura seneng sama hal itu, yang mana itu kita lakukan karna kita tau, ditolak itu adalah hal yang miris.

Pura-pura senyum adalah tindakan pahit dari sebuah hal pahit, yang mana kita ngga bisa terima hal itu, tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengubah. Kita semua tahu itu, kita tahu bahwa ketidak berdayaan itu miris.

Pura-pura nyaman adalah kebohongan paling besar, karna kenyamanan itu murni, tidak bisa dibuat-buat. Dimana kalo kita merasa nyaman, itu karna benar nyaman. Dan ketika kita tidak merasa nyaman, itu adalah karna hati kita berkata begitu. Orang yang pura-pura nyaman adalah orang yang tidak bisa menemukan kenyamanan, dan itu miris.

Pura-pura berdamai dengan keadaan, titik terbingung manusia yang mana di titik ini seseorang sudah tidak bisa mendengar lagi kata hatinya, karna termakan sugesti untuk berdamai. Ia sudah tidak bebas berekspresi, tidak bebas marah, tidak mampu untuk mendendam, sementara hatinya luka. Manusia itu boleh marah, manusia itu boleh menangis, manusia itu boleh bersedih, karna hidup tidak melulu tentang tertawa. Dan pura-pura berdamai dengan keadaan itu siksaan karna kita tidak bisa menjadi apa kita sebenarnya, kita hanya menjadi bayang-bayang kedamaian, bukan damai yang hakiki.
Dan gue adalah "si pura-pura". Itu miris.

Pemeran yang baik terkadang bermain di Film yang Salah

Hidup ini indah.
Begitu katamu saat kau bersamanya.

Lalu masalah datang, mencoba mengguncang hubungan, namun aku tahu dengan pasti, itu tidak memisahkan kalian. Lalu kau bilang, karna hidup ini adil, hidup mempersatukan apa-apa yang saling mencintai.

Kemudian waktu mulai membunuh cinta, dan kamu berjuang sendiri didalamnya, kamu kalah. Kamu pasti kalah. Ia memilih pergi dan kau tetap memilih cinta. Baginya kau adalah masa lalu, bagimu ia masih segalanya. Lalu kau berteriak mempertanyakan, mengapa hidup ini tidak adil?!

Aku yang diluar kalian, melihat ini dengan jelas, seperti menonton sebuah film, ingin kubisikan pada pemeran wanitanya, kamu bukan pemeran utama difilm ini, jadilah realistis.

Terkadang artis yang baik memang berperan difilm yang salah.

Jumat, 11 Juli 2014

A~B~C~D

Ini bukan yang pertama, duduk sendirian dan memperhatikan beberapa tulisan berlalu lalang. setiap abjad yang tersusun dalam kata dan terangkai  menjadi kalimat dan entah mengapa sosokmu selalu berada disana. berdiam dalam tulisan yang sebenarnya enggan aku baca dan ku definisikan lagi. ini bukan yang baru bagiku, duduk berjam-jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu. kekosongan dan kehampaan sudah berganti-ganti wajah sejak tadi, namun aku hanya bisa menunduk.

tentu saja kamu tak merasakan apa yang aku rasakan. aku sengaja menyembunyikan perasaan itu. bukankah dengan begini, semua tersa lebih berarti ?
seakan-akan aku tak pernah peduli.seakan-akan aku tak mau tahu. seakan-akan aku tak memiliki rasa perhatian. bagiku sudah cukup seperti ini, cukup aku dan kamu, tanpa kita.

untukmu ku disini bertahan.